Senin, 02 Februari 2009

mgmp rsbi,2 feb 2009

Menggairahkan Ketrampilan Menulis Melalui Media Massa

Menggerutu, tidak bakat menulis, ide mentok, itulah alasan-alasan ketika siswa diberi tugas menulis. Mereka biasanya sudah menyerah lebih dulu sebelum mencoba. Ibarat perang, belum bertanding sudah terbirit-birit ketakutan. Mengapa tugas menulis seakan-akan menjadi beban berat yang harus mereka tanggung saat menjadi murid?

Menulis memang menjadi momok bagi banyak siswa. Berdasarkan pengamatan di kelas saat pelajaran bahasa Indonesia, hanya sepuluh persen siswa yang tertarik dengan kegiatan ini. Selebihnya hanya terpaksa karena penugasan guru yang harus dinilai. Bagaimanapun juga kegiatan ini terasa membosankan, menghabiskan waktu hanya sekadar duduk, berpikir dibandingkan dengan kegiatan lain, seperti menonton televisi yang lebih atraktif dan menarik.

Pola mengajar guru yang kurang inovatif pun ikut serta menambah deret panjang alergi. Untuk itulah peran guru bahasa sangat dibutuhkan. Guru harus bisa mengeluarkan siswa dari belenggu keterpurukan menuju jalan pencerahan. Guru harus mampu mengubah pola lama menjadi sesuatu yang baru dan menarik.

Banyak cara untuk membuat ketrampilan menulis menjadi sesuatu yang apik untuk dilakukan. Misalnya menulis puisi, anak –anak kita ajak langsung ke objek penulsan tersebut. Usahakan objek tidak terlalu jauh dari sekolah. Jika objeknya tentang Sungai Bengawan Solo, kita ajak anak-anak mengamati Sungai Bengawan Solo. Begitu pun jika penulisan artikel, mengapa anak-anak tidak kita motivasi dulu untuk mencintai menulis artikel.

Apabila anak –anak kita beri gambaran tentang enjoynya menulis artikel maka hambatan-hambatan menulis pun akan berkurang. Kita kenalkan mereka beberapa media yang memuat artikel terutama media yang peduli dengan siswa yang suka menulis. Setelah itu kita latih beri pelatihan bagaimana menulis artikel.

Dengan pengenalan media massa, mereka akan membuka mata bahwa kegiatan menulis ini bisa mengenalkan mereka ke dunia yang berbeda. Dunia yang penuh kekreatifan, dunia yang penuh kejutan. Selain itu daya tarik yang paling memuaskan adalah pemuatan artikel di media dan tentunya finansial yang dapat menambah uang saku.

Pemuatan naskah di media inilah yang nantinya akan menjadi formula ampuh untuk bisa membuat anak mencintai dunia menulis. Akhirnya anak akan menjadi ketagihan dan selalu terus menulis.