Jumat, 03 Juli 2009

MENJADIKAN ANAK SUKA MEMBACA

Ibarat dunia, maka membaca sebuah buku adalah satu dunia. Ketika kita sedang memahami sebuah ilmu, kita tidak perlu bersusah payah untuk datang langsung ke tempat di mana ilmu itu ada, tetapi cukup membaca benda yang berbentuk segi empat tersebut. Karena dengan membaca buku, berarti kita sedang menjelajahi sebuah dunia. Dari situlah kita bisa menemukan banyak hal yang tidak kita dapatkan pada dunia kita sebelumnya. Hal itu akan semakin memperkaya pemikiran kita.

Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa minat baca siswa di Indonesia tergolong rendah.Tentu saja hal ini harus menjadi cerminan bagi instansi pendidikan yang terkait umumnya dan lingkungan keluarga khususnya. Lingkungan keluargalah yang paling berperan besar terhadap minat baca anak, karena keluarga adalah pondasi dasar untuk membiasakan hal-hal yang penting di dalam kehidupan.

Membiasakan anak hobi membaca buku bukanlah hal yang mudah. Jika hanya mengharapkan sekolah sebagai tempat mengembangkan minat baca maka kebiasaan membaca tidak akan berjalan seperti yang kita harapkan. Peran orang tua sangat dibutuhkan, terutama ketika anak-anak masih kecil. Orang tualah yang mempunyai andil besar untuk mengantarkan putra-putri mereka ke jenjang kebaikan dan kesuksesan.

Mengapa membaca perlu dibudayakan dilingkungan kita? Membaca sangat penting bagi kehidupan seseorang. Seorang anak yang mempunyai hobi membaca akan mempunyai banyak kelebihan. Ketika mereka berinteraksi dengan lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Ada beberapa perbedaaan yang tidak dimiliki oleh anak yang gemar membaca dengan anak yang tidak gemar membaca. Perbedaaan-perbedaan itu antara lain:

  1. anak-anak yang gemar membaca akan mempunyai rasa kebahasaan yang tinggi.

Ketika mereka berbicara di depan umum mereka lebih lancar dibandingkan dengan anak-anak yang tidak suka membaca, karena mereka mempunyai lebih banyak bahan pembicaraan untuk mengembangkan argumen-argumen yang dikemukakan. Sedangkan dalam keterampilan menulis mereka lebih tajam dalam mengelola tulisan dan memahami gagasan-gagasan rumit sekalipun. Kosa kata yang dimiliki pun lebih banyak dan beragam sehingga bisa menambah kelengkapan dalam membuat stuktur/susunan kalimat.

  1. membaca akan memberikan wawasan yang luas keberagamannya, yang menjadikan anak lebih mudah dalam belajar segala hal.

Kebiasaan membaca memudahkan anak dalam memahami buku-buku pelajaran sehingga anak lebih cepat menyerap isi buku yang dipelajari. Mereka tidak banyak membutuhkan waktu untuk menguasai sebuah materi pelajaran yang diberikan oleh guru. Dalam tugas-tugas yang berhubungan dengan membaca dan menulis mereka lebih antusias dibandingkan dengan anak yang tidak suka membaca.

  1. kemampuan istimewa membaca akan menambah rasa percaya diri, jika mereka mengalami krisis kepribadian.

Anak-anak usia puber sangat rentan dengan krisis kepribadian, namun bagi anak-anak yang gemar membaca, hobi ini bisa menjadi pelipur lara, bahkan bisa menjadi penguat rasa percaya diri di saat mengalami krisis kepribadian. Mereka tidak akan mudah minder atau terombang-ambing arus lingkungan di sekitarnya karena pengalaman membaca buku telah mengajarinya untuk melakukan hal yang terbaik dalam memandang arti kehidupan.

  1. kegemaran membaca akan memberikan pandangan kepada anak bahwa hidup ini penuh dengan kemungkinan dan kesempatan.

Mungkin mereka akan membaca novel Laskar Pelangi atau Sang Pemimpi yang penuh dengan liku-liku kehidupan seorang kuli nelayan. Dengan semangat yang gigih akhirnya kuli tersebut berhasil mewujudkan cita-citanya sekolah di Prancis dan berhasil menulis sebuah buku yang menjadi acuan untuk karya ilmiah, walaupun dulunya semua itu hanyalah mimpi. Hal tersebut membuka mata dan hati bahwa segala sesuatu yang dulunya hanya sebuah angan yang kita anggap mustahil akhirnya menjadi kenyataan dan memberikan kesempatan kepada seseorang yang selalu berusaha tanpa kenal lelah.

  1. membaca dapat membantu seseorang lebih memahami hakikat kehidupan.

Membaca mengantar anak-anak melihat ribuan pandangan hidup orang lain yang berbeda dan membuat mereka memahami kehidupan dengan segala kompleksitasnya. Hal ini membuat anak lebih berfikir dewasa dan bijaksana. Jika mereka melakukan sesuatu maka akan berpikir beberapa kali sebelum mengambil keputusan, sehingga membantu mereka tidak mudah terjebak dalam kegiatan yang tidak berguna.

  1. gemar membaca akan menumbuhkan minat terhadap sesuatu yang mengantarkan seseorang kepada kesuksesan.

Anak-anak yang gemar membaca dalam nilai akademik akan selangkah lebih maju dibandingkan anak-anak yang kurang suka membaca. Menurut sebuah penelitian, anak yang membaca kembali apa yang sudah disampaikan di sekolah, sebelum melakukan aktivitas lain, daya ingat akan lebih kuat dibandingan anak yang membiarkan saja apa yang telah disampaikan oleh guru hingga keesok harinya. Hal inilah yang mengantarkan anak menuju kesuksesan.

Ada sebuah kejadian yang sangat menyentuh di sebuah acara kuis di sebuah televisi swasta. Kuis Wants To Be Millioner yang menguji pengetahuan umum seseorang ini pernah memberikan hadiah 500 juta rupiah kepada pesertanya karena mampu menjawab pertanyaan hingga pertannyaan ke-14. Acara ini akan menjadi sesuatu yang biasa jika pemenangnya adalah mahasiswa atau pun para eksekutif muda. Namun kenyataannya, pemenangnya adalah penjual koran yang di sela-sela kesibukannya sebagai loper koran suka membaca buku. Hobi inilah yang akhirnya mengantarkannya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dengan uang yang ia dapatkan ketika mengikuti kuis. Padahal sebelum ia mengikuti kuis tersebut, orang tuanya hanya mampu menyekolahkan hingga SMA.

  1. anak-anak yang gemar membaca akan mampu berpikir kreatif dalam diri mereka.

Mereka tidak hanya mendengar informasi tetapi juga belajar mengikuti argumen-argumen dan mengingat alur-alur yang beragam. Hal ini akan membuat mereka belajar berfikir kreatif ketika mereka dihadapkan pada sebuah permasalahan. Ketika berdiskusi mereka bisa menyimpulkan berbagai pendapat dan memecahkan permasalahan dengan logika yang baik.

  1. membaca merupakan surga dunia bagi penikmatnya.

Bagi anak yang gemar membaca, buku merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan. Tanpa membaca dunia mereka menjadi gelap dan membosankan. Mereka akan merasa sedih, kosong pemikiran jika tidak membaca. Ada sebuah kejadian yang menimpa seorang pelajar SMA MTA. Si anak tersebut mengalami kecelakaan hingga ia harus terbaring di tempat tidur. Karena si anak tersebut hobi membaca, tempat tidurnya pun penuh dengan buku. Buku ibarat selimut baginya. Tak ada menit yang tersisa untuk membiarkan waktu berlalu begitu saja, walaupun dalam kondisi sakit.

Anda tentu menginginkan buah hati gemar membaca buku. Apa saja yang harus Anda lakukan untuk memiliki buah hati yang betul-betul keranjingan membaca, berikut ini beberapa resep agar anak kita gila membaca,

1. kondisikan di lingkungan rumah semuanya gemar membaca.

Hal ini tentunya dimulai dari orang tua. Jika orang tua suka membaca maka secara langsung anak pun akan melihat kebiasaan orang tua, karena pendidikan yang baik adalah keteladanan orang tua. Betapa pentingnya memberikan contoh perilaku yang baik dihadapan anak-anak. Dan orang tua adalah kunci utama keberhasilan anak dalam membimbing masa depannya. Jangan merasa bahwa Anda telah selesai melakukan kewajiban membaca seiring dengan usia Anda yang semakin bertambah tua.Belajar tidak mengenal usia, maka banyaklah membaca untuk menambah ilmu walaupun usia semakin tua. Kebiasaan orang tua inilah yang akan mendorong anak untuk mengikuti kebiasaan Anda.

Menurut Pierre Bourdieu(1992), disposisi/ kecenderungan untuk membentuk watak individu yang merupakan hasil dari internalisasi struktur lingkungannya yang kemudian membentuk ”lingkungan baru” dalam diri individu itu yang disebut habitus. Jadi seorang anak yang sering melihat ayah/ibunya membaca buku, misalnya, lambat laun di dalam dirinya akan timbul habitus untuk juga rajin membaca buku seperti ayah/ibunya.

2. biasakan memberi hadiah untuk anak berupa buku.

Selama ini kita terbiasa memberikan hadiah untuk anak berupa mainan yang bermacam-macam, dari mobil-mobilan hingga robot-robotan atau boneka. Mulai sekarang berilah anak-anak Anda hadiah yang berupa buku.Dengan membelikan hadiah buku berarti sedikit demi sedikit anak akan mulai mengenal berbagai macam buku, yang akhirnya membawa mereka berminat untuk membaca buku.

Dorothy Butler, ahli membaca dan menulis dari Selandia Baru menganjurkan untuk meletakkan buku dekat jangkauan bayi. Biasakan untuk menunjukkan kepada bayi sejak pertama kali buku dibeli. Usahakan sampul berwarna mencolok agar mendorong matanya fokus ke gambar sampul tersebut. Pada bulan-bulan pertama ketika bayi masih sangat muda , Butler bahkan menyarankan untuk menunjukkan beberapa halaman sambil kita bacakan.Cara ini bisa merangsang bayi untuk tertarik dengan buku.

3. ajaklah anak-anak jalan-jalan ke toko buku.

Jarang sekali orang tua mengajak anaknya untuk pergi ke toko buku. Biasanya mereka lebih suka mengajak anaknya ke Mall/Super Market yang justru akan membuat si anak menjadi konsumtif/gemar berbelanja.Mengunjungi toko buku merupakan daya tarik tersendiri agar anak mencintai buku dan tergerak hati dan pikirannya untuk suka membaca. Mereka akan melihat betapa banyak pengunjung dan buku-buku yang tersedia, sehingga menarik minat anak untuk mengenal dunia luar yang penuh dengan pengetahuan yang harus dipelajari.

4. ajaklah anak-anak jalan-jalan ke perpustakaan terdekat, kalau perlu ikutkan mereka menjadi anggota perpustakaan.

Di daerah-daerah sekarang ini banyak perpustakaan keliling, libatkan anak untuk menjadi anggota perpustakaan tersebut. Ketika anak-anak menjadi anggota perpustakaan maka saat itulah anak-anak akan mulai tertarik meminjam buku. Jika aktivitas itu telah menjadi kebiasaan maka tanpa disadari anak telah menemukan dunia membaca dalam hidupnya.

5. biarkan anak-anak memilih buku yang mereka senangi selama buku tersebut tidak bernuansa negatif.

Biarkan anak-anak membaca buku yang mereka sukai, jangan dipaksa membaca buku yang tidak mereka sukai. Hal ini akan membuat mereka tidak suka membaca. Selama buku-buku tersebut tidak bernuansa negatif biarkan mereka membaca buku yang mereka sukai. Kita tidak perlu mengkhawatirkan kondisi tersebut, kelak jika mereka mulai dewasa maka mereka akan memilih bacaan yang mendukung kebutuhannya.

6. penuhi rumah dengan banyak buku.

Jika buku berada di mana-mana maka anak akan terpancing untuk membaca buku, walaupun sebetulnya mereka tidak suka. Biarkan buku-buku berserakan di mana-mana, jangan pernah enggan untuk menatanya kembali, apalagi memarahinya. Kondisi yang seperti itu membuat mereka akan terbiasa membaca buku. Aktivitas membaca akan membuat rumah sedikit berantakan karena buku-buku tersebar di mana-mana. Jangan memarahi anak karena hal tersebut, lebih baik menoleransi keadaan seperti itu daripada keadaan rapi tetapi di depan televisi.

7. belikan buku-buku yang menjadi kesukaannya.

Misalnya anak Anda senang sepakbola, maka belikan buku-buku tentang pemain bola. Suka Cerpen Islami Anak belikan buku cerita tentang Cerpen Islami Anak. Jangan bersikap pelit untuk sesuatu yang berkaitan dengan buku. Bandingkan dengan pengeluaran Anda untuk kebutuhan jajan si anak setiap harinya. Jika Anda begitu mudah memberikan uang jajan yang kadang tidak bermanfaat, mengapa Anda tidak bersikap sama dalam memberi uang untuk membeli buku yang sangat jelas manfaatnya.

8. belikan buku-buku yang menunjang kebutuhannya.

Saat anak mulai bisa membaca, adalah saat yang paling efektif untuk membelikan banyak buku unutuk mereka. Saat tersebut merupakan puncak penasaran anak untuk mempraktikkan apa yang elah mereka kuasai, yakni membaca. Seribu satu penasaran yang menyelimuti pikirannya akan terobati dengan membelikan mereka banyak buku. Buku-buku petualang dan kumpulan cerpen sangat cocok sekali jika diberikan anak-anak usia Sekolah Dasar. Jika tahun ajaran tiba belikan buku-buku pelajaran yang dibutuhkannya. Jangan khawatir buku yang terbeli tidak ada manfaatnya.Dengan membelikan buku untuk anak-anak berarti mencerahkan masa depan.

9. susunlah jadwal kegiatan sehari-hari anak.

Dengan penyusunan jadwal yang tertib akan memudahkan kita mengontrol anak dalam beraktivitas. Usahakan jadwal ini disepakati dan ditandatangani anak. Anak akan merasa senang dan dihargai jika mereka dilibatkan dalam aktivitas keluarga. Hal ini akan membuat anak menyadari aktivitasnya sendiri jika mereka menyimpang dari jadwal yang mereka sepakati. Jangan lupa membuat jadwal membaca jika mereka belum terbiasa suka membaca.

10. sebagai pemula, belikan buku-buku yang bergambar agar bisa lebih menarik.

Mereka akan memahami bacaan lewat gambar-gambar yang akhirnya membuat mereka terpikat untuk menyukai membaca. Gordon Dryden dalam bukunya yang berjudul Teach, mengemukakan bahwa belajar membaca harus dihubungkan dengan semua indra. Jika bayi bisa melihat, menyentuh, merasakan, mendengarkan, dan melihat kata, dia bisa belajar mengatakan dan membacanya. Misalnya, ketika anak belajar membaca kata jeruk maka kita perlihatkan gambar jeruk, akan lebih bagus lagi jika kita memberikan jeruk yang sebenarnya.

11. batasi melihat acara televisi atau bahkan melarangnya.

Jangan menjadikan televisi sebagai kegiatan rutinitas sehari-hari, tetapi hanya sebagai hadiah kalau mereka telah menyelesaikan segala aktivitas dengan baik. Acara televisi yang lebih menarik, akan menjauhkan anak-anak dari buku. Anak-anak yang hobi menyaksikan acara televisi, biasanya menjadi malas untuk membaca buku, benci sekolah dan kesulitan mengerjakan pekerjaan rumah. Kebiasaan ini akan berlanjut hingga mereka dewasa yang sangat mempengaruhi masa depannya.

12. jangan memiliki televisi lebih dari satu, apalagi diletakkan di kamar tidur.

Dengan banyak televisi, anak-anak akan leluasa menoton televisi. Jika televisi diletakkan di kamar tidur maka anak-anak tertidur pulas karena televisi dan bukan karena buku yang menarik.

13. jangan membuat ruang televisi menjadi terlalu “mengundang”, namun buatlah ruang belajar/ ruang baca “mengundang”.

Berilah ruang baca/ ruang belajar dengan meja dan kursi/sofa yang nyaman, tikar/karpet yang bergambar lucu dan bersih, kipas angin, rak buku yang menarik, sehingga anak betah berlama-lama membaca buku. Sebaliknya jangan menyediakan peralatan yang sama di depan televisi, karena akan menyebabkan anak-anak tertarik dan betah menonton televisi.

14. bawalah buku kemana pun pergi.

Di dalam mobil, naik bus, di dalam kereta api, piknik, berlibur di rumah nenek. Ketika bepergian kita tidak tahu apa yang akan terjadi selama di perjalanan, untuk itu buku bisa menjadi solusi jika terjadi kemacetan atau kejenuhan selama bepergian.Hal ini akan membiasakan anak menggunakan waktu luang untuk membaca.

15. sisihkan waktu luang membacakan cerita untuk anak-anak.

Di tengah-tengah kesibukan kita luangkan waktu untuk anak-anak kita. Walaupun hanya sebentar, aktivitas ini bisa membuat mereka lebih dekat dengan kita dan mencintai aktivitas membaca. Ceritakan tentang kisah-kisah teladan para Nabi, para sahabat dan pahlawan-pahlawan kemerdekaan agar anak memahami perjuangan dalam menegakkan agama dan negara sehingga membuat mereka tertarik membaca buku-buku yang bermanfaat.

Tentu Anda ingat Prof. Bambang, seorang dosen UNS sekaligus dokter yang pernah mengisi pengajian Ahad pagi di SMA MTA. Beliau sangat terinspirasi dengan cerita kepahlawanan para pejuang kemerdekaan ketika beliau masih kecil. Cerita-cerita itulah yang selalu membawa kehidupannya lebih bermanfaat dan menyemangati hingga beliau mencapai pendidikan tinggi.

16. bila mereka meminta buku yang bertema rumit, belikan saja.

Kadang-kadang mereka hanya membaca satu bagian saja, kemudian menyimpannya karena terlalu sulit, baru sebulan kemudian mereka akan membacanya lagi hingga mereka paham. Yakinlah bahwa membelikan buku untuk mereka bukan suatu hal yang sia-sia. Membeli buku berarti membeli ilmu.

17. ciptakan permainan yang berkaitan dengan membaca.

Misalnya bermain tebak-tebakan tentang sayur-mayur, binatang atau teman-teman mereka. Sebagai contoh, sebutkan nama-nama teman mereka yang diawali huruf A. Adi, Ani, Ari Arif dan lainnya. Hal ini akan membuat anak gembira dan akan selalu mencari kata-kata baru yang mereka temukan dalam buku.

18. koleksikan buku-buku yang mereka miliki dan buatlah perpustakaan pribadi untuk mereka.

Buku-buku yang mereka miliki, sebaiknya diberi identitas seperti layaknya sebuah perpustakaan. Akan lebih baik lagi jika Anda membuatkan rak khusus berisi buku-buku yang mereka miliki. Jika Anda kesulitan dalam menuliskan identitas buku, tanyakan kepada ahlinya atau carilah buku yang berisi panduan bagaimana cara memberi identitas kepustakaan. Agar buku lebih terawat dan awet, berilah sampul/jilidkan ke jasa penjilidan.

Sebagai contoh yang sederhana dalam memberikan identitas buku/ misalnya, anak Anda bernama Aisya. Tulislah nama dan nomor buku kemudian tempelkan di buku secara berurutan dengan buku yang dimiliki anak Anda.

Pustaka Aisya

01

19. Untuk yang terakhir, teruslah memotivasi mereka.

Belikanlah buku sebanyak-banyaknya dan jangan lupa untuk selalu memuji mereka. Pujian merupakan sebuah kekuatan yang selalu membantu dan memotivasi mereka. Katakan kepada anak-anak Anda betapa hebatnya ketika mereka sedang membaca. Anda bangga mendengar mereka membaca!

Akhirnya untuk mengakhiri tulisan ini, simaklah kata pertama dalam surah Al-alaq ayat pertama, IQRO’ yang berarti BACALAH! Kesaksian Allah yang difirmankan-Nya mengandung makna begitu pentingnya membaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar